Tilang adalah Bukti Pelanggaran Lalu lintas. Fungsi TILANG itu sendiri adalah sebagai UNDANGAN kepada pelanggar lalu lintas untuk MENGHADIRI SIDANG di pengadilan negeri, serta sebagai TANDA BUKTI PENYITAAN atas barang yang disita oleh Polantas dari Pelanggar.

Lalu apa saja yang boleh disita oleh Polantas ?

Barang bukti yang boleh disita oleh Polantas adalah :
SIM, STNK, STCK, dan kendaraan bermotor. Dalam artian anda tidak bisa memberikan jaminan KTP / HP / sejenisnya untuk dijadikan barang pengganti (BB) penyitaan. Jadi jika anda diberhentikan akibat melanggar lalin, dan tidak dapat menunjukkan SIM atau STNK maka polantas akan menyita kendaraan anda.

Bagaimana proses tilang itu sendiri bekerja?

Sebagai ilustrasi kami contohkan proses yang terjadi di Unit Lantas Polsek.

1. Tilang di antar oleh Bintara Tilang Polsek ke Satuan Lalu lintas Polres.
2. Masing-masing buku Tilang di cek kelengkapannya.

Satu buku tilang berisi 5 buah tilang

1 buah tilang terdiri dari 5 lembar warna.

Warna MERAH untuk pelangggar
Warna BIRU juga untuk pelanggar
Warna HIJAU untuk Pengadilan
Warna KUNING untuk arsip Polisi
Warna PUTIH untuk Kejaksaan.

3. Setelah diperiksa, buku Tilang diberi stempel KESATUAN untuk menunjukkan Tilang tersebut digunakan oleh Kesatuan mana, serta stempel Staff untuk menandakan bahwa Tilang tersebut sah diketahui oleh Kapolsek.

Jadi apabila anda ditilang, perhatikanlah stempel pada pojok kanan atas tilang tersebut untuk mengetahui Polisi Satuan mana yang telah menilang anda.

4. Tilang digunakan dalam proses Razia

Prosedur Penilangan

Polisi yang memberhentikan pelanggar wajib menyapa dengan sopan serta menunjukan jati diri dengan jelas. Polisi harus menerangkan dengan jelas kepada pelanggar apa kesalahan yang terjadi, pasal berapa yang telah dilanggar dan tabel berisi jumlah denda yang harus dibayar oleh pelanggar.

Pelayanan tilang langsung mendatangi kantor satlantas polres karimun

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here